Menapaki Batu : Cygnus Lab + Penahitam Shop

21 July 18 - Nadia Maya Ardiani

Jika sedang mampir ke Batu dan ingin kenalan dengan teman-teman skena seni setempat, cobalah main ke studio/toko yang satu ini. Letaknya memang cukup mblusuk ke dalam area pedesaan yang berliku (jalur cepat dari arah Malang malah melewati jalan makadam), tepatnya di Jl. Cemoro Kandang, Dusun Gangsiran Putuk, Batu—jangan khawatir tersesat, buka saja akun Instagram mereka maka kamu akan menemukan link Google Map di sana.

Penahitam, Batu, Malang

Terletak di pelosok desa di atas bukit membuat atmosfir tempat ini terasa begitu meneduhkan. Berkarya sambil sesekali mengajak anak-anak desa setempat untuk membuat prakarya, bercocok tanam di kebun sendiri, atau jalan-jalan ke ladang tetangga. Agak sedikit kontras dengan karakter artwork Penahitam yang dark... ah tapi tentu itu adalah sebuah stereotip yang basi. Alih-alih ‘ngeri’, markas Penahitam ini justru terasa seperti taman bermain baik bagi resident artists-nya maupun bagi siapapun yang datang bertandang.

Penahitam, Batu, Malang

Cygnus Lab, Batu, Malang

Penahitam sendiri adalah kolektif seni sekaligus nama zine yang konsisten di benang merah dark arts. Tak hanya menjadi wadah untuk berkarya, Penahitam juga menjadi arena untuk berbagi dan bersenang-senang bagi siapapun dimanapun. Itu sebabnya, walau tercetus pertama kali di Malang dan akhirnya berkembang ke berbagai kota (sampai dibuat beberapa chapter), Penahitam tidak memiliki pusat.

Penahitam, Batu, Malang

Penahitam, Batu, Malang

Penahitam, Batu, Malang

Saat saya mampir ke sana, saya disambut oleh salah satu resident artist sekaligus pencetus Penahitam, Rio Krisma. Rio bersama rekannya, Didi ‘Painsugar’, memang ingin Penahitam—baik sebagai kolektif atau sebagai ruang fisik—menjadi ‘ruang’ yang terbuka bagi siapa saja untuk berbagi, bertukar cerita, dan senang bersama. Selain menjual banyak merchandise seperti kaos, tapestry, printed goods, topi, judul-judul buku pilihan, dan zine Penahitam tentunya, di bagian tengah rumah tampak studio kerja para resident artists (antara lain Rio sendiri, Didi, dan Agnes Deno dari Ikat Craft) yang selalu menyambut kawan-kawan yang ingin melihat proses kerja mereka dengan tangan terbuka. Kadang juga mereka mengadakan acara kecil-kecilan di ruang depan mereka, entah itu diskusi, gig sederhana, atau pameran, atau barbeque sambil cangkruk santai saja. Bebas, yang penting semua senang.