Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca bukan hanya sebuah band, melainkan aksi protes damai yang membakar pelan-pelan.

“Memotret zaman”, demikian band dengan personil inti Cholil Mahmud (vokal utama, gitar), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar), Poppie Airil (bass, vokal latar) ini mendeskripsikan diri. Hal itu tampak di materi-materi yang mereka rilis sejak pertama terbentuk di tahun 2005. Sejak era aransemen minimalis seperti di 2 album pertama (Efek Rumah Kaca, 2007; dan Kamar Gelap, 2008) hingga ke era yang lebih progresif di album ke-3 Sinestesia (2015), ERK selalu berhasil menawarkan eksplorasi baru tanpa kehilangan sensibilitas khas ERK sendiri.