A . Sapto Anggoro

Awal terbentuk di 2015, Tirto.id hadir untuk menepis anggapan naif bahwa media daring bersinonim dengan jurnalisme dangkal yang mengejar page views semata.

Mengusung filosofi air (‘tirto’ adalah ‘air’ dalam bahasa Jawa), Tirto mencita-citakan jurnalisme yang mengalir, mengisi, jernih, menunjukkan kedalaman, dan selalu dibutuhkan layaknya elemen alam tersebut. Nama Tirto juga sekaligus menjadi penghormatan bagi Bapak Pers & Pahlawan Nasional Tirto Adhi Soerjo (1880-1918), sosok yang Pramoedya Ananta Toer sebut sebagai ‘Sang Pemula’ karena jasanya mengawali upaya mencerahkan pemikiran bangsa melalui jurnalisme. Tidak menomorsatukan kecepatan laporan namun juga tidak abai untuk segera mengabarkan, Tirto banyak melibatkan analisis data yang intens, serta menyampaikan laporannya dalam bentuk tulisan dan infografis yang dilengkapi dengan data statistik—langkah yang menarik untuk memfasilitasi pembaca yang lebih suka ‘membaca’ gambar ketimbang tulisan untuk makin dekat dengan wacana yang diangkat.