Folkampus #2 : Buka Komunikasi

29 July 18 - Folk Music Festival

Folkampus tak hanya berkolaborasi dengan komunitas/organisasi berbasis satu universitas tertentu, tapi juga tidak menutup kemungkinan untuk bahu-membahu dengan komunitas kepemudaan lintas kampus, seperti Ruang Kita yang menjadi kolaborator organizer di Folkampus edisi 2 ini.

Mengusung judul “Buka Komunikasi”, Folkampus edisi ini memiliki 2 objektif yang tersampaikan secara literal dari nama acaranya sendiri--yup, selain menjadi ajang buka bersama bagi teman-teman mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus se-Surabaya, Buka Komunikasi juga menjadi ajang untuk membuka komunikasi antar satu sama lain. Berjejaring, membuka kemungkinan-kemungkinan.

Photo 02-06-18 18.50.24

Acaranya sendiri berlangsung di Qubicle Center Surabaya, Jl. Untung Suropati 84. Walau diadakan saat bulan puasa, acara tak lantas jadi lesu--justru menjadi alternatif seru untuk ngabuburit! Sore hari acara dibuka dengan sesi “Bercakap-Cakap” yang berupa serangkaian talkshow mengenai event management. Ada 2 topik yang diangkat, yaitu mengenai Event Production bersama Gagah Diorama (Head of Production, Folk Music Festival) dan “Dibalik Kesederhanaan : Stories Behind Folk Music Festival” bersama Alek Kowalski (Kreator Folk Music Festival). Membicarakan manajemen acara, yang mana sangat erat kaitannya dengan keilmuan komunikasi tapi masih sangat jarang mendapatkan perhatian khusus di bangku pendidikan formal, menjadi pencerahan tersendiri bagi teman-teman yang hadir.

Photo 02-06-18 18.25.54 (1)

Maghrib pun tiba, saatnya berbuka! Setelah berbuka, acara berlanjut dengan sesi “Tukar Pikiran”. Di diskusi yang dipandu oleh praktisi komunikasi Benediktus Andre Setyawan ini, pengunjung saling berbagi perspektif mengenai kehidupan akademik dan prospek masa depan mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dengan banyaknya teman-teman mahasiswa ilkom yang hadir (antara lain dari UPN Veteran Jatim, Universitas Tujuh Belas Agustus, Universitas Airlangga, dll.) diskusipun menjadi hidup dan berwarna.

Photo 02-06-18 18.45.31

Folkampus kali ini makin terasa istimewa karena kawan-kawan kita dari Sunyata Session turut hadir dan mendokumentasikan secara khusus para music performers yang menjadi lineup di Folkampus 2 ini. Sebagai kanal Youtube yang konsisten mengarsipkan performances para musisi independen Indonesia dalam format akustik sederhana, di kunjungannya ke Surabaya kali ini tim Sunyata secara khusus mengabadikan lantunan musik 2 unit tuan rumah Oka Rimba dan Rasvan Aoki.

Photo 02-06-18 19.19.39

Selepas kekenyangan menikmati sajian berbuka, para pengunjung yang hadir langsung dimanjakan dengan nomor-nomor resah penuh gugatan dari Oka Rimba, antara lain “Dimana Tanah Meninggi” dan “Inang yang Tak Lagi Tumbuh”. Lagu-lagu Oka memang banyak terpantik dari kritik sosial yang menggeliat di dalam dan di sekitar otaknya, misalnya lagu “Dimana Tanah Meninggi” yang menggambarkan betapa manusia merasa paling superior di jagad raya ini sampai bisa menganggap alam sebagai hal yang komplementer. Musiknya slow-burn, dan liriknya terbakar lama di alam pikir pendengarnya.

Photo 02-06-18 20.21.08

Rasvan Aoki mengambil alih tongkat estafet selanjutnya, dan langsung membuai penonton dengan nomor-nomor dari album penuh pertama yang mereka rilis tahun 2018 ini, Tyaga. Tyaga, yang bermakna “melakukan perbuatan tulus, tanpa melihat hasil akhir” memiliki vibe yang sejalan dengan musik yang mereka mainkan : begitu woles, bagaikan extended series dari “Rayuan Pohon Kelapa” versi lebih dinamis dengan bumbu brass dan suntikan reggae disana-sini, seakan mengajak pendengarnya sejenak melupakan keruwetan hidup. Suara khas Aoki yang sesekali disauti Rasvan (temasuk dalam bahasa Jawa!) berpadu dengan permainan instrumen yang ciamik, menjadi penutup malam yang menyenangkan.(*)