Folkampus #1 : PARADESIA

27 July 18 - Folk Music Festival

Semakin mendekati hari H Folk Music Festival, mari sedikit kilas balik ke beberapa keseruan yang terjadi di masa-masa sebagian besar dari kita masih berdebar-debar menanti pengumuman lineup! Get warmed up for the big day!


Di Folkampus edisi perdana, Folk Music Festival 2018 berkolaborasi dengan teman-teman tim PARADESIA dari Universitas Negeri Surabaya. PARADESIA sendiri adalah pameran tugas akhir dari mahasiswa jurusan D3 Desain Grafis, Fakultas Bahasa dan Seni UNESA, dan tahun ini tema yang diangkat adalah ACTTITUDE. Perpaduan action dan attitude? Well, sounds like 2 of the most important things that you need to make good things happen, isn’t it? :)

Folkampus 1 : Paradesia

Rangkaian PARADESIA kali ini diselenggarakan selama 3 hari di Atrium Mall Ciputra World Surabaya, 4 sampai 6 Mei 2018. Ada 29 mahasiswa yang berpartisipasi dalam pameran kali ini, dengan beragam jenis karya yang dipamerkan, mulai dari video animasi, board game, branding, dll. Selain pameran, PARADESIA juga dimeriahkan dengan serangkaian workshop craft, talkshow, dan art performances.


Folkampus 1 : Paradesia

Untuk yang masih bingung apa itu Folkampus, Folkampus adalah salah satu program Folk Music Festival 2018 yang diadakan sebelum hari H festival, semacam pemanasan menuju destinasi utama. Melalui Folkampus ini, FMF 2018 membuka kesempatan bagi teman-teman mahasiswa untuk memiliki festival ini bersama-sama. Tim FMF berkunjung ke kampus-kampus untuk menggelar talkshow/kelas menulis/mini showcase musisi folk terbaik Tanah Air dan volunteer scouting, berjalan bersama komunitas-komunitas yang ada di kampus di berbagai penjuru Indonesia. Dan titik perhentian pertama jatuh ke kampung(kota?) halaman tim FMF sendiri, Surabaya.

Di Folkampus edisi perdana ini, dihadirkanlah Alek Kowalski sebagai Founder dan kreator Sunday Market Surabaya & Folk Music Festival dalam talkshow “Creative Local Business”. Selain Alek, PARADESIA menghadirkan juga Eka Sofyan Rizal, Sekjen AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia) dan Principal di Paprieka Design Studio untuk talkshow “Meaning of the Graphic Design Profession”. Materi diskusi dari kedua sesi bincang santai ini terasa sangat pas disampaikan khususnya di tengah teman-teman mahasiswa desain grafis yang hadir, mengingat setelahnya saat teman-teman ini terjun sepenuhnya di industri kreatif mereka akan memiliki tanggung jawab kreatif yang tentunya harus digodok dan diimplementasikan dengan sebaik-baiknya dan seasyik-asyiknya.

Folkampus 1 : Paradesia

Selain mengisi asupan gizi otak melalui bincang santai, keterampilan tangan pun bisa diasah melalui serangkaian lokakarya yaitu lokakarya membuat Gelang Macrame bersama Kirikanan13 (Malang) dan Sepatu Lukis bersama Raveza Collection. Dan tentu saja, yang tidak boleh ketinggalan adalah music performances! Untuk Folkampus rilisan pertama ini dihadirkanlah Jason Ranti dan sang tuan rumah Silampukau. Silampukau sendiri menjadi lineup pada edisi 2017 dan Jason akan hadir kembali di FMF 2018, jadi tunggu saja edisi Folkampus selanjutnya untuk melihat keseruan seperti apa saja yang bisa terjadi saat kita bekerjasama! (*)